21°
2 /1 يوم الجمعة - 13 رجب -2026
line

جديد الموقع

singlePageBG
Yaman Atur Strategi Perikanan
08/2/2010

|

indo.hadhramaut.info

حجم الخط


Yaman memiliki luas laut yang membentang di samudera pasifik dan laut merah sehingga para pengais ikan baik dari perusahaan maupun perorangan merasa leluasa dengan hasil tangkapannya, namun sejauh ini sektor laut belum bisa dimaksimalkan oleh pihak pemerintah maupun warga sehingga dari sekian banyak penduduk di pesisir pantai hanya 25 persen yang berprofesi sebagai nelayan. Hal ini menyebabkan harga ikan naik di tempat pelelangan ikan (TPI), demikian menurut pengamatan redaktur website resmi pemerintah Hadhramaut bahasa indonesia.

Selain itu, masih menurut pengamatannya, faktor utama naiknya harga ikan di pasaran disebabkan oleh naiknya nilai tukar dollar amerika yang saat ini mencapai 220 riyal perdolar dari sebelumnya 200 riyal, Ikan kakap yang bisanya hanya 1500 riyal perkilo kini mencapai 2500 perkilo, kenaikan ini membuat pemerintah harus membuat langkah-langkah kebijakan untuk menstabilkan harga ikan.

Menurut pemerintah, kenaikan harga tersebut melampaui target yang sudah ditetapkan melalui Kementerian Perikanan, seperti yang diungkapkan dalam rapat kordinasi Kementerian Perikanan dengan Wakil Gubernur Hadhramaut, Muhamed Said Baquthmi hari ini, Senin (08/2) di Mukalla. Baquthmi menjelaskan pihaknya akan mempelajari kenaikan harga ikan di pasaran agar nanti bisa ditekan dan distabilkan sesuai keputusan pemerintah.

Kemungkinan yang paling besar, kata Baquthmi, kenaikan tersebut didasari dengan tidak adanya pengawasan pemerintah sehingga para penjual dengan seenaknya menaikkan harga, lebih lanjut Baquthmi juga menjelaskan pihaknya akan mengupayakan pengawasan dan memberikan solusi terbaik untuk memasarkan ikan di dalam dan luar negeri, ini penting karena memang ekonomi warga nelayan dengan kenaikan bahan pokok cukup sulit, jalan satu-satunya ya dengan menaikkan harga ikan, tegasnya.