03/11/09
|
althawranews
حجم الخط
Dalam pembukaan pertemuan musyawarah antara pemerintah dan organisasi-organisasi kemasyarakatan
yang dibentuk oleh Kementerian Kerjasama Internasional dan Bank Dunia, al-Arhabi menyatakan
pentingnya pembatasan angka permintaan qatt, sebab bahaya qatt merupakan bahaya yang mengancam
kondisi sosial dan ekonomi di Yaman khususnya kadar persediaan air yang terbatas di Yaman.
Al-Arhabi juga menekankan pentingnya untuk dibentuk suatu usaha yang serius dari pemerintah
dengan bekerja sama dengan Bank Dunia untuk meminimalisir angka penanaman dan konsumsi tanaman
Qatt.
Manager Bank Dunia untuk Yaman, Naji Abu Hatim menyatakan perhatian dan keseriusan Bank Dunia
untuk mengerahkan segala bantuan untuk mendukung langkah pemerintah untuk mengurangi angka
pertumbuhan qatt di Yaman sekaligus mengaktifkan jalur-jalur penyadaran masyarakat akan bahaya
penanaman dan konsumsi qatt bagi alam, sosial dan ekonomi.
Diantara solusi yang telah didapatkan untuk menangani kasus ini adalah memberikan kepada para
petani tanaman penganti qatt yang menjajikan prospek cerah secara ekonomi.